CIBINONG — Puluhan hewan kurban disembelih di halaman Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Hari Raya Idul Adha 2026. Sebanyak 25 ekor sapi dan 5 ekor kambing dipotong dengan melibatkan warga binaan dalam setiap tahapannya, mulai dari penyembelihan hingga pengemasan daging.
Bagi para narapidana yang tengah menjalani hukuman, Idul Adha tahun ini bukan sekadar ritual keagamaan. Mereka diajak turun langsung ke area pemotongan, memegang pisau, dan membantu proses distribusi ke sesama warga binaan serta masyarakat sekitar.
“Ini pengalaman pertama saya ikut menyembelih sapi di dalam lapas. Rasanya seperti di kampung sendiri, ada kebersamaan yang hilang selama ini,” ujar seorang warga binaan yang enggan disebutkan namanya.
Daging hasil kurban langsung dibagikan kepada seluruh warga binaan di Lapas Kelas IIA Cibinong. Sebagian juga disalurkan ke permukiman warga di sekitar kompleks lapas, khususnya mereka yang kurang mampu.
Kegiatan ini menjadi salah satu program pembinaan kerohanian yang rutin digelar setiap tahun. Pihak lapas menilai momen ibadah kurban efektif untuk menumbuhkan empati dan solidaritas di antara warga binaan yang mayoritas berasal dari latar belakang ekonomi rendah.
Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong menyebutkan bahwa keterlibatan warga binaan dalam penyembelihan hewan kurban merupakan bagian dari pembinaan mental dan spiritual. “Mereka belajar tanggung jawab, kerja sama tim, dan keikhlasan. Ini bekal penting saat kembali ke masyarakat nanti,” katanya.
Kegiatan serupa juga digelar di sejumlah lapas lain di Jawa Barat, namun jumlah hewan kurban di Cibinong termasuk yang terbesar. Total 30 ekor hewan disembelih dalam satu hari, melibatkan puluhan petugas dan warga binaan secara gotong royong.
Suara takbir menggema di dalam blok hunian sejak pagi. Warga binaan yang tidak bertugas di area pemotongan mengikuti salat Id berjemaah di musala lapas. Bagi mereka, Idul Adha tahun ini menjadi pengingat bahwa kebebasan bukan hanya soal fisik, tapi juga soal hati yang tetap terhubung dengan sesama.
Setelah daging dibagikan, suasana lapas perlahan kembali tenang. Namun, kesan kebersamaan yang tercipta di hari raya kurban itu diperkirakan akan membekas lama di ingatan para warga binaan—sebuah momen di mana mereka merasa masih menjadi bagian dari masyarakat, meski tengah menjalani hukuman.