BANDUNG — Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bakal dipercepat. Targetnya, seluruh desa dan kelurahan di Jabar sudah memiliki unit koperasi ini pada akhir Juli 2026.
Program yang digagas pemerintah pusat ini diyakini mampu memotong rantai distribusi logistik yang selama ini membebani warga di tingkat akar rumput. Total ada sekitar 3.600 unit koperasi yang akan dibangun secara merata.
Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menegaskan bahwa kehadiran koperasi ini menjadi jawaban atas keresahan masyarakat di bidang pangan dan energi. Ia menyebut program ini sebagai pilar utama ekonomi gotong royong.
"Jadi, ke depan tidak ada lagi alasan bagi warga Jabar untuk sulit mendapatkan gas LPG subsidi, mengalami kelangkaan beras, atau menghadapi kendala distribusi pangan vital lainnya. Semua harus tersedia dekat dengan tempat tinggal mereka," ujar Erwan saat menghadiri peluncuran daring 1.061 titik KDKMP untuk Jawa Timur dan Jawa Tengah di Kabupaten Bandung Barat, beberapa waktu lalu.
Akselerasi pembangunan koperasi ini sejalan dengan visi besar pemerintah pusat. Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap peresmian operasional 1.061 koperasi di klaster Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Menurut Presiden, kecepatan eksekusi program ini merupakan prestasi nasional yang luar biasa. Ia menilai lompatan besar ini belum tentu dapat ditiru oleh negara lain dalam kurun waktu yang sesingkat ini.
Dengan menempatkan jaringan distribusi langsung di bawah kendali komunal desa, pemerintah berharap fluktuasi harga akibat spekulasi pasar dapat diredam. Stabilitas daya beli masyarakat pedesaan pun diyakini bakal terjaga.
Program Koperasi Merah Putih ini diproyeksikan menjadi episentrum pelayanan kebutuhan dasar warga. Mulai dari komoditas pangan pokok hingga sektor energi domestik, semuanya bisa diakses dekat dengan tempat tinggal.